Pembagian Daging Kurban: Panduan Lengkap Sesuai Syariat Islam

Pembagian Daging Kurban

Pembagian Daging Kurban – Setiap tahun, ribuan umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Di waktu yang sama, seluruh umat Muslim di berbagai belahan dunia pun bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha—momen penuh makna, spiritualitas, dan kebersamaan.

Di Indonesia, suasana khas Idul Adha terasa begitu hangat. Mulai dari suara takbir yang menggema sejak malam sebelumnya, masjid-masjid yang ramai dipenuhi jamaah, hingga aroma sate dan gulai yang menggoda dari balik dapur-dapur rumah.

Namun di balik semua euforia itu, ada satu hal penting yang sering kali jadi pertanyaan: bagaimana sebenarnya pembagian daging kurban yang benar menurut Islam?

Buat kamu yang berencana berkurban sendiri atau sekadar ingin tahu aturan mainnya, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenapa Kurban Penting?

Berkurban bukan cuma soal menyembelih hewan, tapi ini adalah bentuk ibadah yang erat kaitannya dengan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sebuah simbol kepatuhan dan cinta tanpa syarat kepada Allah SWT.

Makanya, proses pelaksanaannya—termasuk pembagian daging kurban—nggak bisa sembarangan. Harus sesuai aturan dan penuh keikhlasan.

Ketentuan Umum dalam Pembagian Daging Kurban

Daging Kurban
Source: Pexels | Anna Guerrero

Secara garis besar, ada dua jenis ibadah kurban:

  1. Kurban Nazar – Wajib hukumnya, dan tidak boleh diambil sedikit pun dagingnya oleh orang yang berkurban.
  2. Kurban Sunnah – Disunnahkan bagi yang mampu, dan boleh mengambil sepertiga dari daging kurban untuk dikonsumsi sendiri.

Waktu pembagian daging kurban dimulai sejak hari penyembelihan (10 Dzulhijjah) dan masih sah dilakukan sampai akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).

Daging bisa dibagikan dalam kondisi mentah atau dimasak, tergantung kebutuhan dan konteks masyarakat sekitar.

Cara Menghitung Jumlah Daging Kurban

Mungkin banyak yang masih bingung, satu ekor sapi bisa dapat berapa kilogram daging, dan berapa banyak yang bisa dibagikan?

Berikut contoh perhitungan:

  • Berat sapi hidup: 350 kg
  • Bagian tubuh yang bisa dikonsumsi (sekitar 50%): ±175 kg
  • Daging bersih: 70% dari 175 kg = ±122,5 kg
  • Jeroan: 10% dari 175 kg = ±17,5 kg
  • Kaki (4 buah): ±4,5 kg
  • Kepala: ±14 kg
  • Ekor: ±2,45 kg

Total yang bisa dibagikan: ±161,45 kg

Jumlah ini nantinya dibagi secara adil ke tiga kelompok penerima daging kurban.

Siapa yang Berhak Menerima Daging Kurban?

Meskipun tidak ada ayat yang secara eksplisit merinci penerima kurban, para ulama menyepakati bahwa pembagiannya bisa dilakukan ke tiga golongan utama:

1. Fakir dan Miskin

Mereka adalah golongan yang paling utama menerima daging kurban. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 28: “…Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir…”

Dianjurkan untuk memberikan sepertiga dari total daging kurban kepada fakir miskin. Ini bisa diberikan dalam bentuk daging mentah agar bisa mereka olah sesuai kebutuhan.

2. Orang Terdekat (Tetangga, Kerabat, Teman)

Meski tidak miskin, tetangga dan kerabat tetap berhak mendapatkan bagian dari daging kurban. Ini adalah bentuk mempererat silaturahmi dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Pemberian ke kelompok ini juga disarankan sebesar sepertiga bagian dari total daging.

3. Shohibul Qurban (Orang yang Berkurban)

Untuk kurban yang tidak dinazarkan, pemilik kurban juga boleh menikmati hasil sembelihannya sendiri. Bahkan, Nabi Muhammad SAW sendiri menyukai bagian hati dari hewan kurban beliau.

Sepertiga bagian sisanya bisa dikonsumsi oleh shohibul qurban dan keluarganya sebagai bentuk rasa syukur.

Apakah Non-Muslim Boleh Menerima?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya: boleh.

Kalau di sekitarmu ada tetangga non-Muslim yang masuk kategori fakir atau miskin, mereka tetap bisa menerima bagian dari daging kurban. Hal ini diperbolehkan dalam rangka menjaga hubungan baik dan menunjukkan wajah Islam yang ramah dan penuh kasih.

Tata Cara Pembagian: Tips agar Lebih Tertib

Biar proses pembagian daging kurban lebih rapi dan merata, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Gunakan sistem kupon: Untuk menghindari kerumunan dan keributan.
  • Timbang setiap paket daging: Pastikan beratnya adil dan seragam.
  • Gunakan kantong ramah lingkungan: Plastik bisa diganti dengan wadah daun atau kantong kertas.
  • Buat tim relawan: Bagi tugas mulai dari pemotongan, pengemasan, sampai distribusi.

Kesimpulan

Demikian artikel Pembagian Daging Kurban: Panduan Lengkap Sesuai Syariat Islam dari Bekidsmobile.com. Pembagian daging kurban bukan hanya tentang “siapa dapat apa”, tapi juga tentang menyampaikan pesan kebaikan kepada sesama manusia. Berkurban bukan hanya ibadah individu, tapi juga ibadah sosial.

Dengan memahami cara pembagian yang benar, kita nggak cuma menunaikan kewajiban agama, tapi juga ikut membangun solidaritas umat. Semoga setiap daging yang kita bagi jadi sumber kebahagiaan bagi yang menerima, dan ladang pahala bagi yang memberi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *